Free Fire Pointer Blue Cursors at www.totallyfreecursors.com
Bagus K Hapsoro: 2015

Welcome To My Blog J

Kamis, 12 November 2015

Ketegaran Hati

Ingin ku lari dan bersembunyi
Ketika malam datang bersama mimpi
Karena ku takut akan hari esok
Kan temukanku denganmu

Bukan tentang siapa memilih
Tapi takdir cinta yang mempertemukan
Dua merpati yang kan saling setia
Menjaga satu sama lain dalam setiap kepak sayapnya

Aku rindu senyumanmu
Aku rindu tawamu
Dan aku rindu setiap detik
Yang ku habiskan tuk menatapmu
Bisakah aku tegar saat semua itu sirna?
Hilang dalam butiran waktu
Yang mengalir deras seperti sungai
Tanpa memberiku waktu tuk terbiasa
Hidup tanpa dirimu

Namun ketika kau menyapa
Dengan senyum menawanmu
Seperti membuka kunci
Menuju pintu kenangan
Berisi Semua tentang dirimu

Lebih baik aku tak bertemu
Lebih baik aku bersembunyi
Menghilang dari hadapanmu
Menghilang bersama mimpi
Dan kau tak'kan temukanku
Esok ketika mentari tlah tersenyum padamu

Untuk yang terakhir kalinya
Aku bertanya pada diriku
Bisakah aku tegar menghadapinya?

Senin, 02 November 2015

No Title

Ke tidak teraturan memenuhi pikiranku
Menumpuk dari dasar terdalam
Memuncak pada sebuah emosi
Ledakan dalam tiap ledakan
Terurai hingga bagian terkecil
Aku merasa lelah tentangnya

Nafas memburu dalam kegelapan
Mata yang sulit terpejam
Bibir berusaha menahan kata demi kata
Agar tak terucap makian 
Meski pikiran seperti hujan peluru
Bersaing menembus pintu yang tertutup rapat
Sepertinya aku tidak boleh beristirahat
Hingga usai sudah perang dalam pikiran ini

Desahan kecewa sesekali terdengar
Kecewa pada pola pikir yang rumit
Seperti benang yang saling beradu
Dan menyisakan kekacauan didalamnya
Tak bisakah raga ini beristirahat
Agar tenang pikiranku kelak kemudian
Namun sekali lagi hanya desah kekecewaan
Yang terdengar dalam heningnya malam

Aku sudah tidak kuat lagi
Pada tekanan yang datang membabi buta
Seakan melahapku hingga ke tulang
Merasuki hingga ke jiwa
Memberikan mimpi buruk dalam tidurku
Hingga hanya lelah yang tersisa

Aku percaya ku tak sendiri
Karena ada kuasa Tuhan menyertai
Melingkupi meski tak tampak
Menjagaku agar tak terantuk batu
Dan menjagaku agar lelap tidurku
Hingga mentari memanggil namaku
Dalam indahnya pagi yang tenang
Karena kini ku siap tuk menjalani hidup
Tanpa beban pikiran dalam tubuhku




Rabu, 14 Oktober 2015

Selamat Tinggal Cinta

Baju putih berpadu rok putih
Rambut hitam panjang disisir rapi kebelakang
Suaramu yang indah membuatku membara
Diiringi dengan senyum manis dan wajah ceria
Saat itulah aku tahu bahwa aku telah jatuh cinta pada dirimu

Lembut tutur katamu bagai rajutan mutiara
Sikapmu bak putri bangsawan
Pakaian cemerlang terawat rapi
Apakah aku boleh jatuh cinta pada dirimu?

Dekat ku sapa jauh ku merindu
Bagai bunga rindu tetesan air hujan
Gravitasimu menyeretku mendekat
Cukup dekat hingga ku tahu
Ada untaian benang kusut dalam dirimu
Sungguhkah kau ingin berteman denganku?

Lukisan dalam secarik kanvas
Mempunyai sejuta makna
Seperti potret dirimu yang tersenyum
Meski hilang gairah jiwamu berkata
Rupanya kau ingin ku menjauh
Karena panah cemburu memburumu
Mengejar dalam bayangan masa lalu
Dimana hidup kebahagiaan asmaramu
Menembus jahitan luka yang tlah tertutup rapi

Kau ingin berada disana lagi
Merapikan cinta yang tlah kusut
Memberi pupuk pada raga
Memberi arti pada jiwa
Agar berdetak lagi hidupmu
Dalam hangat dekapan dirinya
Kini ku tahu aku harus pergi
Mengubur kembali semua asa
Dalam barisan luka
Selamat tinggal cinta..

Jumat, 02 Oktober 2015

Semakin Jauh Dari Rumah

Rumah, tempat dimana ku bisa merasa aman, ku merasa nyaman, ku merasa gak ada lagi tempat yang bisa gantiin aman dan nyamannya tinggal dan hidup di dalamnya.

Tapi rumah bukan hanya tempat dimana kamu bernaung bersama keluarga, tapi saat kamu bersama teman juga sahabat dan kamu merasa aman dan nyaman di dalamnya, maka kamu sudah berada di rumah.

Namun belakangan ini, saat rumah lama ku perlahan mulai memudar seiring dengan rumah baru yang mulai dibangun, aku merasa ada yang hilang, ada rasa yang bahkan kata pun tak bisa menggambarkan betapa sendirinya aku di dunia ini di tengah proses perpindahan rumah ini.

Kenapa harus pindah disaat ku sudah mulai merasa semakin nyaman dan aman, aku merasa gila, tak ada seorang pun mendengarkan, tak ada satu pun yang mengerti, bahwa aku butuh rumah yang tidak hanya aman tapi juga nyaman.

Berada diantara rumah baru, aku merasa tenggelam dalam bayangan, yang memacu diri sejauh mungkin diluar batas, aku bahkan semakin terperosok saat berusaha mengejar, mengejar sesuatu yang hanya semakin membuatku tenggelam.

Aku ingin berada di permukaan, bersama kalian dalam satu rumah, aku ingin menjadi pantas bersanding bersama kalian, namun apapun yang kulakukan hanyalah membuatku semakin jauh dari rumah.

Kamis, 25 Juni 2015

Mencintai Perbedaan

Kadang perbedaan memisahkan
kadang perbedaan membuat saling membenci
kadang perbedaan membuat rumit
tapi entah kenapa aku mencintai perbedaan
termasuk perbedaan antara aku dengan kamu
kamu yang berbeda SARA denganku
kamu yang selalu tak acuhkan ku
kamu yang membuatku mencintaimu
menorehkan luka hingga ke ujung nadi
perbedaan, sebenci itukah dirimu akan perbedaan?
tak bisakah kau mencintainya?
agar aku bisa mencintaimu
dan kamu bisa mencintaiku
aku sendiri tak tahu kenapa bisa mencintaimu
kamu yang sungguh sangat berbeda dariku
tapi sedari dulu pun aku mencintai perbedaan
tak pernah berhenti hingga aku sadar
bahwa kita tak bisa bersama karena perbedaan kita
aku ingin dicintai olehmu
aku yakin kau punya hati yang lembut
yang sesungguhnya mulai terusik oleh cintaku
dan berharap aku mengatakan bahwa aku mencintaimu 
dan kau kan berkata ya untukku
untuk cintaku, dan untuk cinta kita

you will be the last if you accept me to be your boy or maybe your husband..