Free Fire Pointer Blue Cursors at www.totallyfreecursors.com
Bagus K Hapsoro: 2014

Welcome To My Blog J

Selasa, 28 Oktober 2014

Stop, Think, Pray, and Don't Regret it

Kita hidup dalam dunia yang penuh persimpangan
tak jelas kemana arah dan tujuan kita kan pergi
salah langkah semua kan berubah tuk selamanya
apa tak ada cara agar semua menjadi jelas
hanya satu cara tuk menentukan jalan
ketika semua dimulai dengan sebuah pilihan
hentikan langkah dan pikirkan lagi
pikir dan teruslah berpikir hingga kau temukan
satu jalan menuju kebenaran sesungguhnya
namun sang hati mulai dirundung keraguan
apakah benar jalan ini atau salahkah
biarlah Tuhan terlibat dalam jalan yang kau pilih
agar tak diberikannya kepadamu kesesatan
tenanglah, berdoalah dan kau kan temukan
pintu yang tertutup kabut keraguan
melangkahlah dan percayalah semua kan menjadi indah
namun sebenarnya semua jalan menuju keindahan
hanya saja besar kecil halangan yang ada dalam jalan
semua kau tentukan melalui doa dan pilihan
janganlah kau sesali semua yang telah terjadi
karena percuma kau sesali semua tak'kan terulang
kau tak'kan bisa berbalik dan melangkah mundur
kini biarlah Tuhan yang selalu tunjukkan jalan
karena percayalah tanpa Tuhan sekarang pun
kau kan tetap berdiri ditengah persimpangan
dalam pikiran dan hati yang penuh keraguan
dan tak'kan pernah sekali pun kau melangkah
dan melihat dunia ini dalam keajaiban

Setengah hati

Tidak ada arti, hanya setengah hati
tak jelas tertutup kabut
apakah ini yang ingin kau tunjukan
setengah dari satu yang kau punya
aku tak meminta banyak
karena kau pun hanya memiliki satu
tak bisakah kau berikan semua tuk ku miliki
begitu susah tuk kau lakukan
tanpa kau sesali semua yang telah terjadi
kini kau biarkan dia memilikinya
satu yang ingin ku jaga
pergilah saja kasih pergi
dirinya tak'kan menunggu
tak'kan berhenti berlari
membuatmu semakin dekat dengannya
kini ku mengerti arti dari perpisahan
seperti hilang rasa dalam hidup
karena ku hanya tersisa setengah
setengah hati

Jumat, 17 Oktober 2014

Maafkan Aku

Ketika mentari bersinar di ufuk Timur
dimana alarm berbunyi pada dentang waktu yang sama
dan ku lihat dunia mulai berputar pada porosnya
tepat dimana semua berakhir selalu ada awal yang baru
saat itulah dimana mata saling beradu
tak berucap namun saling mengerti
bahwa apa yang kita mulai ini terlalu dini
matamu tertuju padaku namun ku tak melihatmu
bukan maksud mengabaikanmu
hanya saja kau belum memahaminya
memahami apa yang kurasakan
memahami apa yang sesungguhnya terjadi
aku menunggu saat kau beranjak dewasa
dan mulai mengerti arti dari semua ini
aku tahu aku salah meninggalkanmu tanpa alasan
membisu dan menjauh yang kubisa
aku hanya ingin kau mengerti
tanpa perlu aku artikan lagi
namun disaat kau mulai sadar dan mengerti
kini terlambat bagiku tuk kembali lagi
kembali pada peluk hangat dirimu
barulah aku sadar bahwa ku tlah menyakitimu
meninggalkan seberkas luka
yang tak'kan pernah tertutup lagi
meninggalkanmu dalam kesakitan
apa yang harus ku lakukan
apa lagi yang harus kusesali
masih adakah hal yang terlewat
andai waktu kan terputar ulang
aku harap pagi yang sama saat ku melihatmu pertama kali
dapat terulang kembali
maafkan aku kasih, maafkan aku..

Minggu, 21 September 2014

Cinta bagai sebuah kasus

Cinta itu bagai sebuah kasus
susah untuk dicerna dan dipahami
tapi cinta tak punya solusi
hanya sebuah kesetiaan tuk menunggu
aku ingin kau mengerti
bahwa aku pun menunggu
katakan saja seperti yang aku katakan
ungkapkan saja seperti apa yang aku ungkapkan
tapi aku tak pernah mengerti apa yang kamu katakan
bagai sebuah kasus rumit yang tak bisa dipecahkan
tapi yang kamu ungkapkan hanyalah kebohongan
bagai sebuah alibi palsu dalam kebenaran
terlalu rumit dan tak ada petunjuk
hanya sebuah pesan palsu
bukankah kamu menderita karena cinta?
menderita melihat aku yang tak sadar akan dirimu?
petunjukku mungkin jelas mencintainya
alibiku benar aku ingin bersamanya
tapi jikalau kamu ada untuk melihatku bersamanya
apalah arti dari cinta tanpa kamu merasakan dicinta
buatlah aku mengerti
buatlah aku percaya
ceritakanlah secara jelas apa maumu
dan buat aku menjadi milikmu
dan aku pun kan menjawabnya
dengan sebuah senyum
lalu kan kupeluk dirimu
dan kan ku katakan padamu
bahwa kasus telah berhasil dipecahkan

Ketuk pintu hatiku

Kadang sebuah cinta
datang disaat yang tidak tepat
kadang disaat kita
tengah bersama yang lain
cinta itu datang
kadang cinta
tak mengungkapkan dirinya sebagai cinta
kadang cinta
diterjemahkan sebagai sahabat
aku ingin berhenti
dan mengulang awal yang baru
aku ingin sadar disaat cinta itu datang
aku tak ingin melihat cinta itu pergi
aku ingin mempertahankannya
meski terlambat
roda ini berputar tak menentu arah
kehilangan kendali atas dirinya
begitu pun diriku yang dilanda cinta
melepasnya bagai tersesat tak tahu kemana
sebuah roda berputar
ada atas dan ada bawah
aku ingin bersamamu dalam kesenangan
begitu pun dalam kesedihan
lihatlah aku cinta lihatlah diriku
ketuklah pintu hatiku
buatlah aku sadar
bahwa cinta yang selama ini kucari
adalah kamu

Rabu, 10 September 2014

Cinta dalam perlombaan

“Hai, kamu Bagus kan? Kenalin aku Fina” sorot matanya memandangku dengan penuh keceriaan, aku bisa melihat semangatnya dari pancaran wajahnya, sesaat aku lupa kalau dia mengajakku berkenalan. “Eh iya, aku Bagus, kok kamu tahu aku?” dia pun tertawa kecil mendengar jawabanku “Iyalah aku tahu kamu, kita kan satu perumahan, masa kamu gak tahu sih?” Oh sekarang aku ingat, dia adalah Fina, tetangga baru ku, kabarnya dia baru pindah dari Yogyakarta ke Jakarta karena urusan pekerjaan orang tuanya, tak kusangka anaknya cantik dan periang seperti ini. “Oh jadi kamu anak baru di Sekolah ini yang daritadi dibicarain itu, gak nyangka ternyata kamu masuk sekolah yang sama kayak aku, kamu kelas berapa sekarang?” tanyaku pada Fina , “Ehm aku kelas sebelas, kamu kelas dua belas kan yah? Oiya kamu ke Sekolah naik apa? Aku boleh pulang bareng kamu gak?” Tanya Fina dengan tatapan penuh harap. Deg! Sesaat rasanya aku merasa jantung ini berdetak sangat kencang, kenapa aku ini, tidak biasanya aku merasa deg – degan seperti ini, ah mungkin hanya perasaan biasa aja, kataku dalam hati. “Hei Gus, Gus, kok kamu diam aja sih? Aku boleh pulang bareng kamu gak?” Tanya Fina sekali lagi, “Eh iya maaf – maaf, boleh kok boleh, pasti kamu masih belum hafal jalan ya? Kataku, “Hehehe, kamu tahu aja, makasih ya Gus” Kata Fina sambil tersenyum, “Ya sama –sama” Kataku. Bel sekolah berbunyi nyaring, tampaknya aku harus segera masuk kelas sebelum aku dimarahi karena terlambat. “Hmm Fina ya, cantik, putih, lumayan tinggi, dan sepertinya orangnya cukup baik”, lagi asyik – asyiknya aku melamun tiba – tiba aku merasakan sakit di telingaku. “Bagus! Kamu ngapain malah melamun? Ayo cepat kerjakan soal di papan tulis!” Bentak Bu Dyna guru biologi ku, “Adu – du – duh Bu i – iya Bu saya kerjain tapi tolong ini kuping saja dilepasin dulu, sakit nih” rupanya aku melamun disaat yang tidak tepat, akhirnya aku dijewer dan disuruh mengerjakan semua soal di papan. Ah untunglah bel pergantian pelajaran berbunyi sehingga aku tidak harus menyelesaikan semua soal di papan tulis yang belum ku selesaikan.

Jam olah raga berlangsung santai, Pak Dimas sedang memberikan contoh bagaimana melakukan senam lantai yang baik dan benar ketika ku lihat Fina sedang melangkah terburu – buru menuju ruang guru.”Ada apa ya, kenapa Fina terburu – buru seperti itu? Hmm mungkin saja ada tugas yang diberikan oleh gurunya, loh kok aku jadi kepikiran Fina terus sih? Ada apa dengan ku ini” Kata ku dalam hati. “Bagaimana anak – anak? Apa kalian sudah mengerti apa yang tadi bapak jelaskan? Kalau sudah sekarang saatnya kalian maju satu – satu dan memperagakan apa yang Bapak jelaskan tadi, siapa yang mau maju duluan?” Kata Pak Dimas dengan tegasnya, tak ada yang mengangkat tangan, “Sepertinya lebih baik aku duluan” Pikirku. “Saya Pak, saya yang akan maju duluan” Kataku dengan lantang dan percaya diri, kebetulan aku menguasai  senam olah raga sehingga aku bisa maju dengan santai. Ku lihat semua teman memperhatikan aku yang tengah memperagakan senam lantai, tapi tak kusangka saat aku telah selesai dan sedang berjalan menuju tempat dimana aku duduk tadi ada sepasang mata yang memperhatikan aku dari jauh, ya, dia adalah Fina. “Aduh malu aku dilihatin Fina tadi, semoga aja dia tak menganggapku aneh” Pikirku sembari berjalan menuju kelas setelah pelajaran olah raga usai.

Untunglah hari ini diumumkan akan pulang cepat dikarenakan rapat guru. Saat tengah berjalan menuju gerbang ternyata disana Fina telah menunggu ku, “Hai Bagus! Kita jadi pulang bareng kan?” Tanyanya, “Jadi kok, bentar ya aku ambil motorku “ Kataku sambil berjalan menuju parkiran motor yang letaknya ada diluar sekolah. “Oke ayo naik” Kataku pada Fina setelah aku mengendarai motor kesayanganku. Lalu sepanjang perjalanan Fina bercerita kalau tadi dia melihatku melakukan senam lantai dan dia minta diajarkan karena masih belum bisa menguasainya, dan dia bercerita juga kalau dia sempat dipanggil ke ruang guru karena masalah tugas yang harus dia kerjakan untuk mengejar ketinggalannya. “Rumah kamu di blok apa?” Tanyaku saat memasuki wilayah perumahan kami, “Di blok A4 no 11, kamu di blok A2 no 1 kan?” Tanyanya, “Iya benar, wah kamu langsung tahu banyak yah tentang aku, padahal baru aja seminggu kamu pindah” Kataku. Sesampainya dirumah Fina aku melihat ada ketua RT sedang berbicara pada Bapaknya Fina, ketika melihatku Pak RT segera berkata “Eh Gus, sebentar lagi kan 17 Agustusan, om ingin kamu jadi ketua panitia perlombaan yah, wakilnya Fina, sekalian biar dia bisa kenal dengan teman – teman yang lain”, “Eh, oke deh om” kataku dengan sedikit terkejut. “Gimana Fin? Kamu bisa kan jadi wakil ketua panitia 17 Agustusan nanti?” Tanyaku pada Fina kemudian, “Ya aku bisa, aku mau, aku senang banget bisa jadi panitia 17-an nanti” Kata Fina dengan penuh semangat. “Oke nanti malam aku kabarin ya rapat dimana, nanti saat rapat aku kenalin sama teman yang lain” Kataku, “Siap!” Kata Fina. Lalu aku pun bergegas pulang sambil memikirkan siapa saja teman yang pantas jadi panitia nanti.

Malam pun tiba dengan cepat, jam 7 tepat semua teman yang kupilih jadi panitia dan tentunya juga Fina sudah berkumpul di saung tempat diadakannya rapat. Acara aku mulai dengan memperkenalkan teman – teman ku dengan Fina. Ada Bara, Dery, Choki, Chiko, Anin, Nanda, Jaya, Ulfa, Dodit, Marsha, Vita, Tasha, Aura, Christian, total anggota ada 16 orang termasuk aku dan Fina. Setelah perkenalan kami memula rapat, membahas tentang lomba apa saja yang akan kami lombakan serta target usia dari perlombaan itu. Akhirnya kami putuskan  bahwa perlombaan dibagi menjadi beberapa kategori, untuk kategori yang pertama yaitu untuk umur 3 – 5 tahun, kategori kedua untuk kelas 1 – 3 SD, kategori ketiga untuk kelas 4 – 6 SD, kategori keempat untuk kelas 1 – 3 SMP, kategori kelima dan keenam untuk Bapak dan Ibu, dan beginilah susunan kategori dan perlombaannya.

Kategori ( 3 – 5 thn)
Fashion show dari bahan bekas
Masukin bendera
•       Masukin bola kedalam gelas

Kategori ( 1 – 3 SD )
Makan kerupuk tutup mata
Nyam – nyam muka
Baskom koin salju

Kategori ( 4 – 6 SD )
Makan kerupuk tutup mata
Makan bubur pakai sumpit
Estafet salju

Kategori ( 7 – 9 SMP)
kerupuk tutup mata
Lari 3 kaki
Sedot susun

Kategori Bapak
Indonesia pintar

Kategori Ibu
Memasukkan benang ke dalam jarum

Perlombaan kami putuskan dimulai pada pukul 14.00 sampai pukul 18.00 WIB. Setelah semua selesai aku pun mengakhiri rapat malam ini. Keesokan harinya pada rapat kedua, kami membuat selebaran mengenai perlombaan tersebut, sayangnya tidak ada yang bisa membagikan selebaran tersebut, dan berhubung aku sedang lenggang maka aku putuskan aku sendiri yang akan membagikan selebaran tersebut kepada warga. Saat aku sedang membagikan selebaran tiba – tiba Fina telah berdiri disebelahku, “Sini biar aku bantu” Katanya, “Eh, oh makasih ya” Kataku. Kami pun mulai mengelilingi komplek sembari membagikan selebaran mengenai perlombaan 17 Agustus nanti. Akhirnya selesai juga, waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 ketika aku dan Fina memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum kembali kerumah masing – masing. “Menurut kamu bakalan berhasil gak yah perlombaan nanti? Aku takut gak ada yang datang dan berpartisipasi” Kataku, “Tenang aja, pasti ada yang datang dan ikut berpartisipasi kok” Kata Fina, “yeah aku harap juga begitu, yuk pulang udah malam besok juga kan kita harus sekolah, besok mau bareng aku gak berangkat ke Sekolahnya?” Kataku, “Wah boleh tuh, hehe, makasih ya” Katanya sambil menarik tanganku dan membawa ku ke depan rumahnya, lalu berlalu masuk ke dalam rumah dan membuatku bingung, tapi kemudian aku pun berlalu pulang.

Pagi pun menjemput, aku bergegas menghampiri rumah Fina, kulihat dirinya sudah rapi dan sedang menunggu ku di depan rumahnya, “Hai Gus, yuk berangkat, ntar kesiangan lagi” Katanya dengan ramah, “Ayo” Kataku sambil memacu motorku mengarah ke sekolah.

(masih nunggu ide, sabar yaa buat kelanjutan ceritanya)

Kamis, 24 Juli 2014

Akhir Dari Cerita Kita

Kau pergi meninggalkan kenangan
yang tak terlupa
meninggalkan luka
yang takkan pernah sembuh
meninggalkan isak tangis
yang tak kan berhenti mengalir
meninggalkan diriku dalam kebimbangan

Tak ada lagi kah
cinta dalam hatimu
tak ada lagi kah
rindu dalam dirimu
tak ada lagi kah
diriku dalam pikiranmu

Dunia ini terlalu besar
untukku seorang diri
aku akan tersesat
dalam keputusasaan ku
mencari seorang
yang jelas hanya dirimu

Bagaimana rasanya berbeda
bagaimana rasanya kehilangan
bagaimana rasanya kepedihan
semua terjawab sudah dihati ku

Dan semua pertanyaan
yang selalu kau tanyakan
adakah terlintas dalam pikirmu
itu membuatku lelah
lelah tuk terus berjuang
mempertahankan cinta kita

Semua terlambat bagiku
tuk mengeluh
kau telah berjalan jauh
dan tak menatapku kembali
melupakan semua dalam kebisuan

Selamat tinggal kasih
selamat tinggal cinta
selamat tinggal malaikat tanpa sayap

Aku hanya berharap
semua ini kan jadi kenangan terindah
dalam hidupmu sepanjang waktu
karena kau lah kenangan terindah
dalam hidupku sepanjang waktuku

Senin, 07 Juli 2014

Bidadari Hati

Wahai bidadari di ufuk Timur
bisakah sejenak kau sampaikan salamku pada sang mentari?
wahai bidadari di ufuk Barat
bisakah sejenak kau tahan laju dari sang mentari?
wahai bidadari di ufuk Utara
bisakah sejenak kau tiupkan damai dalam diriku?
wahai bidadari di ufuk Selatan
bisakah sejenak kau padamkan api dalam diriku?
wahai bidadari di penghujung Khatulistiwa
bisakah sejenak kau tinggal dalam diriku?
dan wahai semua bidadari
bisakah sejenak kalian buat waktu ini berhenti?
 
karena cintaku pada sang mentari suatu saat akan pudar
karena cintaku pada sang gadis masih bertahan
karena cintaku pada dunia ini telah terkikis oleh tinta hitam
karena semua cintaku kini telah pergi
pada saat aku masih ingin bertahan dalam keceriaan
pada saat aku masih ingin menikmati waktu bersamanya
pada saat aku masih ingin mengganti lembaran baru

kini tinggallah sang rembulan
yang menggantikan apa yang telah hilang
yang menggantikan apa yang telah pudar
yang menggantikan apa yang telah pergi
yang menggantikan semua lembaran lama
andai dia tahu maksud dari semua ini
andai dia menjawab semua pertanyaan dalam benak ini
aku akan menjadi dunia tempat tinggalnya saat ini

satu kata tuk lukiskan semua
cinta adalah saksi bisu dari semua kesia – siaan ini
tapi cinta jugalah jawaban dari semua kebodohan ini
aku masih mencintai dirimu wahai bidadari
aku masih disini...



Lebih Baik Seperti Ini

Lebih baik seperti ini
tak ada ikatan yang memaksa
tak ada hal yang tersembunyi
tak ada keraguan bila berbicara

lebih baik seperti ini
kita bisa tetap tertawa
kita bisa tetap berbagi cerita
kita bisa dekat tanpa keraguan

lebih baik seperti ini
walau aku ingin ungkapkan
walau aku terus tersakiti
walau aku terus menangis

ya lebih baik seperti ini
walau aku yakin suatu saat nanti
bila waktu mengizinkan
aku dan kamu
kita berdua
bersama, selamanya..

Bimbang

Aku berjalan menyambut hari dengan senyuman
ditengah keputusasaan akan harapan yang pilu
aku ingin menyerah tapi aku tak ingin menunjukkannya
aku ingin dunia melihatku sebagai seorang yang tegar
kadang apa yang ku ucapkan hanyalah kebohongan
untuk menutupi kelemahanku

Aku berlari menggapai asa dipelupuk mata
tapi yang ku dapat hanyalah kepalsuan
aku tetap tersenyum
disini aku berdiri, disini aku bertahan,
disini aku kan tunjukan pada dunia disana
bahwa apa yang ku perjuangkan disini adalah kenyataan

Aku lelah, aku bosan, aku hanya ingin kembali
tapi aku tak bisa berbalik arah karena terlalu sakit
menyaksikan apa yang telah ku lakukan disini
ternyata tak ada artinya bagi diriku sendiri
aku tetap tersenyum

kawan adalah lawan, apa yang kupertahankan
suatu saat pasti akan menyerangku kembali
dengan ribuan kata tanpa koma
aku akan menghilang ditelan kegelapan
saat semua telah menjadi dunia fana

Terima kasih pada sang mentari
terima kasih pada sang rembulan
terima kasih pada sang bintang
terima kasih pada sesosok malaikat tanpa sayap
mungkin tanpa kalian aku hanyalah seonggok
raga tanpa jiwa yang tak ada artinya lagi
kalian menjadikan aku seorang yang berarti
seorang yang tetap mempunyai semangat
aku akan tetap tersenyum karena kalian

Selasa, 01 Juli 2014

Sahabat

Kita pernah merancang mimpi bersama
kita pernah membuat sebuah harapan bersama
kita pernah mengucapkan permintaan bersama
kita pernah lewati waktu bersama

kita pernah menjadi kenangan dalam masa depan kita
karena kita bukanlah masa lalu tapi kitalah masa depan
apa yang kita tak bisa dimasa lalu, kita bisa dimasa ini
akankah kita kembali menangis bersama
saat mimpi yang kita buat lenyap?
akankah kita kembali tertawa bersama
saat sadar kita masih bisa memperbaikinya?

seandainya waktu tak meninggalkan kita
seandainya ruang bisa berpindah
aku hanya ingin sejenak menikmati kebersamaan ini
terlepas dari rasa ingin kembali pulang
kita tak bisa melawan waktu
tapi bisa bersahabat dengannya

berharap seiring waktu kita kan kembali bertemu
dalam sebuah kenangan baru yang lebih baik
dengan sebuah memory yang tak pantas dilupakan
bukankah benar seperti itu sahabat?


 

Aku Jatuh Cinta

saat ku rasakan gejolak di dada
perasaan yang entah darimana asalnya
gelisah cemburu rindu yang kian tak terbendung
pikiranku tak bisa lepaskan dirimu
hatiku menyanyikan lagu tentang dirimu
kenapa semua tentang dirimu
luapan emosi yang semakin besar
meresap kedalam relung kosong hati
meningkatkan adrenalin dalam jantung
menyebar keseluruh tubuh
mataku seperti tak bisa melihat selain dirimu
telingaku seperti tak bisa mendengar selain suaramu
nafasku memburu mencari dirimu bila kau tak didekatku
bibir ini tak bisa lagi menahan tuk tak menyebut namamu
sepertinya aku jatuh cinta kepada dirimu
aku jatuh cinta terlalu dalam
cinta yang tak bisa lagi kupungkiri
tanganku bergerak menggapaimu tanpa seizinku
ingin menyentuh dirimu walau jauh kurasa
seperti seorang yang haus akan air
begitupun diriku yang haus akan dirimu
cinta jawablah hati ini
hangatkanlah aku dengan belai kasih sayangmu
peganglah tanganku dan bawalah aku menuju masa depan
karena aku yakin kau tercipta hanya untukku
ya cinta kaulah tujuanku tuk hidup
untuk selalu bersamamu sepanjang waktu membawa hidup ini
kan ku jaga dirimu dengan segenap hati
hingga tiada lagi diriku nanti
aku cinta kamu


Minggu, 02 Februari 2014

Prequel Cinta Pembalap Liar

BAB I “Permulaan”

Bel sekolah berbunyi nyaring, nampak anak – anak SMP Penabur berlarian memasuki kelas mereka. Hari ini adalah hari pertama diadakannya kegiatan MOS untuk siswa baru di sekolah SMP Penabur, dan semua siswa siswi baru wajib mengikutinya. Namun Alex dan beberapa siswa bermaksud kabur dari kegiatan tersebut dikarenakan mereka tidak memakai atribut yang lengkap. Rupanya tindakan tersebut diketahui oleh ketua panitia MOS dan akhirnya Alex beserta siswa yang ikut kabur dihukum dengan disuruh hormat kepada bendera merah putih selama 2 jam lamanya. Alex yang merasa tindakan ini tidak ada gunanya lantas kabur ke kelas, mengambil tas sekolahnya dan segera kabur dari sekolah.

 Disaat Alex sedang asyiknya berkendara dengan motor pemberian ayahnya, tiba – tiba sekelompok pemuda dengan menggunakan motor yang sudah dimodifikasi memberhentikan Alex yang masih berseragam sekolah lengkap. Alex yang ketakutan berusaha melarikan diri namun usaha itu sia – sia karena motor Alex kalah cepat dibandingkan dengan motor – motor pemuda tersebut. Salah seorang pemuda mengatakan bahwa Alex telah memasuki wilayah mereka dan harus membayar sejumlah uang kepada mereka. Namun rupanya Alex tidak membawa uang karena dompetnya tertinggal dirumah, merasa dipermainkan lalu pemuda tersebut mendorong Alex jatuh dan mengatakan bahwa motornya akan disita, apabila Alex mau menebus motornya Alex harus datang ke jalan panjang di sektor 9 pada jam 23.00 wib. Lalu para pemuda tersebut berlalu meninggalkan Alex yang masih ketakutan.

Setibanya dirumah Alex dimarahi oleh kedua orang tuanya karena kabur dari sekolah dan menghilangkan motor baru yang diberikan ayahnya. Seharian Alex memikirkan apakah dia akan datang ke tempat yang pemuda tadi beri tahu untuk menebus motornya atau merelakan motornya diambil oleh mereka.

Malam datang dengan cepat, Alex pun memutuskan untuk datang dan menebus motornya. Ternyata disana telah berkumpul para pembalap motor yang sedang melakukan balapan. Melihat hal itu Alex menjadi tertarik untuk bergabung dengan para pembalap tersebut. Pemuda yang mengambil motor Alex mengatakan bahwa apabila Alex ingin bergabung dengan mereka, Alex harus melakukan balapan terlebih dahulu, apabila Alex menang dia resmi bergabung dan juga mendapatkan motornya kembali, tapi apabila Alex kalah, Alex harus membayar sejumlah uang untuk menebus motornya.

Alex dipinjami motor yang tentunya sudah dimodifikasi untuk balapan. Tak lama para pembalap sudah bersiap, dan balapan pun dimulai. Meski awalnya ketakutan namun ternyata Alex cukup menikmati perlombaan tersebut. Siapa sangka? Alex yang baru pertama kali balapan ternyata memenangkan balapan tersebut. Akhirnya Alex resmi bergabung dan juga kembali mendapatkan motornya. Pemuda itu melihat bahwa Alex mempunyai bakat yang tersembunyi, pemuda tersebut mempekernalkan dirinya kepada Alex. Alex terkejut karena ternyata pemuda tersebut adalah Racing King atau biasa disebut RK karena dia selalu memenangkan balapan yang diikutinya.

Alex yang merasa pede mengikuti balapan sekali lagi, dan ternyata Alex kembali memenangkan balapan tersebut. Tentu saja balapan tersebut adalah balapan bagi orang – orang yang masih pemula karena tak mungkin Alex mengikuti balapan yang diikuti oleh orang – orang yang sudah pro. Menikmati berada disana Alex pun lupa untuk pulang kerumah padahal waktu telah menunjukan pukul 3 pagi. Setelah berpesta atas bergabungnya Alex kedalam kelompok mereka, para pembalap itu memutuskan untuk pulang.

Sesampainya dirumah, lagi – lagi Alex kembali dimarahi oleh kedua orang tuanya. Alex yang merasa muak dengan kedua orang tuanya memutuskan untuk kabur dan tak’kan kembali kerumah lagi. Saat tengah mengendarai motornya Alex sadar bahwa dia tidak punya siapapun yang bisa membantunya, lalu Alex teringat pada salah satu pemuda yang semalam mengatakan kepada Alex apabila Alex butuh bantuan datang saja kepada dia. Alex pun segera menuju rumah pemuda tersebut, Alex mengetahuinya karena pemuda tersebut sempat memberikan kertas yang berisi alamat rumahnya.

BAB II “Jati Diri”

Setelah berputar – putar mencari alamat rumah pemuda tersebut, akhirnya Alex pun tiba dirumah pemuda itu. Alex masih ragu, apakah dia yakin pemuda itu mau membantunya, saat berpikir demikian, pintu rumah terbuka dan pemuda itu melihat Alex dengan ekspresi kaget. Namun pemuda itu menyuruh Alex masuk dan mengatakan pada Alex untuk menganggap rumahnya sebagai rumah Alex. Danny, tiba – tiba pemuda tersebut mengatakan namanya sambil menjulurkan tangan tanda salaman, Alex pun segera menyambut tangan Danny dengan masih agak ragu – ragu.

Alex mengatakan bahwa dia butuh tempat tinggal dan juga kebutuhan hidup lainnya. Danny menyanggupi untuk urusan tempat tinggal tetapi untuk kebutuhan hidup lainnya Alex harus mendapatkan uang untuk mendapatkannya sendiri, Alex pun menyetujuinya. Karena tak mempunyai keahlian apapun, Alex ditolak untuk bekerja di semua tempat, merasa frustasi Alex memutuskan untuk bunuh diri, namun sebelum itu terjadi Danny segera menyadarkan Alex bahwa masih ada cara lain untuk mendapatkan uang, yaitu dengan cara balapan.

Alex diberi uang oleh Danny untuk memodifikasi motor Alex agar bisa mengikuti dan memenangkan balapan. Danny membawa Alex kepada bengkel langganannya didaerah Pondok Indah. Danny memberi tahu karyawan bengkel untuk memodif motor Alex agar tampak lebih sangar, dan tentunya juga memiliki kemampuan untuk balap. Dua minggu kemudian motor pesanan Danny pun selesai, Alex segera mencobai motornya yang telah dimodif sedemikian rupa. Alex merasa puas dengan hasil yang dia terima.

Malam pun datang, Alex dan Danny datang ke tempat dimana genk nya biasa balapan. Saat Alex dan Danny tiba, balapan tengah berlangsung, ternyata RK sedang bertanding dengan musuh genk nya. Sudah bisa ditebak, RK pun memenangkan balapan tersebut. Melihat Alex datang, RK segera menyambutnya, namun rupanya RK tidak menyadari bahwa Alex datang membawa motor yang dulu dia ambil sekarang sudah berubah penampilannya. Alex menantang beberapa orang untuk balapan, RK segera bertindak dengan mengatakan bahwa dialah yang berhak menentukan dengan siapa Alex akan balapan.

Para pembalap sudah ditentukan, balapan pun dimulai. Alex merasa percaya diri karena sekarang dia sudah mempunyai motornya sendiri. Dengan usaha yang tak begitu berarti Alex memenangkan balapan. RK merasa takjub melihat kemenangan Alex, dia tak menyangka bahwa Alex bisa memenangkan balapan tersebut. RK megucapkan selamat kepada Alex, mereka pun berpesta sampai pagi. Saat pesta tengah berlangsung, Alex berpikir bahwa suatu saat nanti dia bisa menjadi Racing King dan bisa memegang kendali atas perkumpulan ini. Alex pun memutuskan untuk tetap berada dalam perkumpulan itu.

BAB III “Awal Yang Baru”

Tanpa sadar sudah 2 tahun sejak Alex pertama kali memutuskan untuk tetap dalam perkumpulan itu, dan juga tinggal bersama Danny. Alex merasa sedikit sedih karena orang tuanya tidak berusaha mencari dirinya. Danny menyemangati Alex dengan berkata bahwa dulu dia juga dibuang oleh orang tuanya karena mengikuti perkumpulan yang tidak benar ini, tapi dia justru merasa lega karena tak ada lagi orang yang bisa melarangnya melakukan hal yang dia mau, lalu dia mulai mencari kerja dibengkel agar dapat bertahan hidup, dia bercerita bahwa rumahnya sekarang adalah bekas salah satu temannya, namun temannya meninggal dalam kecelakaan saat balapan, dan Danny pun menempati rumah tersebut sejak saat itu.

Dengan kemampuan yang sekarang Alex semakin berani untuk mengikuti berbagai balapan, hingga tiba suatu saat dimana RK cemburu dengan Alex yang merebut semua teman dan popularitasnya sebagai RK. RK pun mengajak Alex balapan satu lawan satu, taruhannya adalah apabila Alex kalah, dia harus segera angkat kaki dari genk tersebut, namun apabila Alex menang, Alex berhak menjadi pemimpin genk tersebut alias Alex diangkat menjadi RK yang baru menggantikan Adrian RK yang sekarang. Adrian berkata bahwa Alex punya waktu satu minggu sebelum memutuskan untuk menerima tantangan atau tidak.

Seminggu kemudian, Alex tiba di tempat yang telah ditentukan untuk balapan satu lawan satu dengan Adrian a.k.a RK. Alex pun menyetujui dan menerima tantangan Adrian. Balapan dibagi menjadi tiga ronde dan apabila Alex berhasil dua kali menang dalam ketiga ronde itu Alex resmi menjadi pemenang. Balapan pun dimulai, Alex memacu motornya sekencang mungkin dan akhirnya Alex pun memenangkan ronde pertama. Ronde kedua pun dimulai, karena ada masalah dalam sistem bahan bakar, motor Alex pun tak dapat melaju dan dinyatakan kalah di ronde kedua. Setelah perbaikan yang cukup lama akhirnya motor Alex pun berhasil diperbaiki. Dan ronde ketiga pun dimulai, rupanya Adrian telah memasang jebakan dilintasan agar Alex kalah, namun siapa sangka justru Adrian sendirilah yang terkena jebakan yang dia pasang sendiri. Akhirnya Alex dinyatakan menang dan diangkat menjadi RK yang baru menggantikan Adrian. Adrian pun memutuskan untuk pergi dari genk tersebut. Dan Alex pun langsung berpesta merayakan kemenangannya.

Begitulah akhirnya Alex mendapatkan semuanya, popularitas,  teman, dan juga kekuasaan. Terima kasih telah membaca prequel cinta pembalap liar, ingin tahu kelanjutan cerita Alex? Baca saja Cinta Seorang Pembalap Liar. Terima Kasih.. Salam penulis..