Wahai bidadari di ufuk Timur
bisakah sejenak kau sampaikan salamku pada sang mentari?
wahai bidadari di ufuk Barat
bisakah sejenak kau tahan laju dari sang mentari?
wahai bidadari di ufuk Utara
bisakah sejenak kau tiupkan damai dalam diriku?
wahai bidadari di ufuk Selatan
bisakah sejenak kau padamkan api dalam diriku?
wahai bidadari di penghujung Khatulistiwa
bisakah sejenak kau tinggal dalam diriku?
dan wahai semua bidadari
bisakah sejenak kalian buat waktu ini berhenti?
karena cintaku pada sang mentari suatu saat akan pudar
karena cintaku pada sang gadis masih bertahan
karena cintaku pada dunia ini telah terkikis oleh tinta hitam
karena semua cintaku kini telah pergi
pada saat aku masih ingin bertahan dalam keceriaan
pada saat aku masih ingin menikmati waktu bersamanya
pada saat aku masih ingin mengganti lembaran baru
kini tinggallah sang rembulan
yang menggantikan apa yang telah hilang
yang menggantikan apa yang telah pudar
yang menggantikan apa yang telah pergi
yang menggantikan semua lembaran lama
andai dia tahu maksud dari semua ini
andai dia menjawab semua pertanyaan dalam benak ini
aku akan menjadi dunia tempat tinggalnya saat ini
satu kata tuk lukiskan semua
cinta adalah saksi bisu dari semua kesia – siaan ini
tapi cinta jugalah jawaban dari semua kebodohan ini
aku masih mencintai dirimu wahai bidadari
aku masih disini...
bisakah sejenak kau sampaikan salamku pada sang mentari?
wahai bidadari di ufuk Barat
bisakah sejenak kau tahan laju dari sang mentari?
wahai bidadari di ufuk Utara
bisakah sejenak kau tiupkan damai dalam diriku?
wahai bidadari di ufuk Selatan
bisakah sejenak kau padamkan api dalam diriku?
wahai bidadari di penghujung Khatulistiwa
bisakah sejenak kau tinggal dalam diriku?
dan wahai semua bidadari
bisakah sejenak kalian buat waktu ini berhenti?
karena cintaku pada sang mentari suatu saat akan pudar
karena cintaku pada sang gadis masih bertahan
karena cintaku pada dunia ini telah terkikis oleh tinta hitam
karena semua cintaku kini telah pergi
pada saat aku masih ingin bertahan dalam keceriaan
pada saat aku masih ingin menikmati waktu bersamanya
pada saat aku masih ingin mengganti lembaran baru
kini tinggallah sang rembulan
yang menggantikan apa yang telah hilang
yang menggantikan apa yang telah pudar
yang menggantikan apa yang telah pergi
yang menggantikan semua lembaran lama
andai dia tahu maksud dari semua ini
andai dia menjawab semua pertanyaan dalam benak ini
aku akan menjadi dunia tempat tinggalnya saat ini
satu kata tuk lukiskan semua
cinta adalah saksi bisu dari semua kesia – siaan ini
tapi cinta jugalah jawaban dari semua kebodohan ini
aku masih mencintai dirimu wahai bidadari
aku masih disini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar