Ingin ku lari dan bersembunyi
Ketika malam datang bersama mimpi
Karena ku takut akan hari esok
Kan temukanku denganmu
Bukan tentang siapa memilih
Tapi takdir cinta yang mempertemukan
Dua merpati yang kan saling setia
Menjaga satu sama lain dalam setiap kepak sayapnya
Aku rindu senyumanmu
Aku rindu tawamu
Dan aku rindu setiap detik
Yang ku habiskan tuk menatapmu
Bisakah aku tegar saat semua itu sirna?
Hilang dalam butiran waktu
Yang mengalir deras seperti sungai
Tanpa memberiku waktu tuk terbiasa
Hidup tanpa dirimu
Namun ketika kau menyapa
Dengan senyum menawanmu
Seperti membuka kunci
Menuju pintu kenangan
Berisi Semua tentang dirimu
Lebih baik aku tak bertemu
Lebih baik aku bersembunyi
Menghilang dari hadapanmu
Menghilang bersama mimpi
Dan kau tak'kan temukanku
Esok ketika mentari tlah tersenyum padamu
Untuk yang terakhir kalinya
Aku bertanya pada diriku
Bisakah aku tegar menghadapinya?
Welcome To My Blog J
Kamis, 12 November 2015
Senin, 02 November 2015
No Title
Ke tidak teraturan memenuhi pikiranku
Menumpuk dari dasar terdalam
Memuncak pada sebuah emosi
Ledakan dalam tiap ledakan
Terurai hingga bagian terkecil
Aku merasa lelah tentangnya
Nafas memburu dalam kegelapan
Mata yang sulit terpejam
Bibir berusaha menahan kata demi kata
Agar tak terucap makian
Meski pikiran seperti hujan peluru
Bersaing menembus pintu yang tertutup rapat
Sepertinya aku tidak boleh beristirahat
Hingga usai sudah perang dalam pikiran ini
Desahan kecewa sesekali terdengar
Kecewa pada pola pikir yang rumit
Seperti benang yang saling beradu
Dan menyisakan kekacauan didalamnya
Tak bisakah raga ini beristirahat
Agar tenang pikiranku kelak kemudian
Namun sekali lagi hanya desah kekecewaan
Yang terdengar dalam heningnya malam
Aku sudah tidak kuat lagi
Pada tekanan yang datang membabi buta
Seakan melahapku hingga ke tulang
Merasuki hingga ke jiwa
Memberikan mimpi buruk dalam tidurku
Hingga hanya lelah yang tersisa
Aku percaya ku tak sendiri
Karena ada kuasa Tuhan menyertai
Melingkupi meski tak tampak
Menjagaku agar tak terantuk batu
Dan menjagaku agar lelap tidurku
Hingga mentari memanggil namaku
Dalam indahnya pagi yang tenang
Karena kini ku siap tuk menjalani hidup
Tanpa beban pikiran dalam tubuhku
Langganan:
Postingan (Atom)