Free Fire Pointer Blue Cursors at www.totallyfreecursors.com
Bagus K Hapsoro: Oktober 2015

Welcome To My Blog J

Rabu, 14 Oktober 2015

Selamat Tinggal Cinta

Baju putih berpadu rok putih
Rambut hitam panjang disisir rapi kebelakang
Suaramu yang indah membuatku membara
Diiringi dengan senyum manis dan wajah ceria
Saat itulah aku tahu bahwa aku telah jatuh cinta pada dirimu

Lembut tutur katamu bagai rajutan mutiara
Sikapmu bak putri bangsawan
Pakaian cemerlang terawat rapi
Apakah aku boleh jatuh cinta pada dirimu?

Dekat ku sapa jauh ku merindu
Bagai bunga rindu tetesan air hujan
Gravitasimu menyeretku mendekat
Cukup dekat hingga ku tahu
Ada untaian benang kusut dalam dirimu
Sungguhkah kau ingin berteman denganku?

Lukisan dalam secarik kanvas
Mempunyai sejuta makna
Seperti potret dirimu yang tersenyum
Meski hilang gairah jiwamu berkata
Rupanya kau ingin ku menjauh
Karena panah cemburu memburumu
Mengejar dalam bayangan masa lalu
Dimana hidup kebahagiaan asmaramu
Menembus jahitan luka yang tlah tertutup rapi

Kau ingin berada disana lagi
Merapikan cinta yang tlah kusut
Memberi pupuk pada raga
Memberi arti pada jiwa
Agar berdetak lagi hidupmu
Dalam hangat dekapan dirinya
Kini ku tahu aku harus pergi
Mengubur kembali semua asa
Dalam barisan luka
Selamat tinggal cinta..

Jumat, 02 Oktober 2015

Semakin Jauh Dari Rumah

Rumah, tempat dimana ku bisa merasa aman, ku merasa nyaman, ku merasa gak ada lagi tempat yang bisa gantiin aman dan nyamannya tinggal dan hidup di dalamnya.

Tapi rumah bukan hanya tempat dimana kamu bernaung bersama keluarga, tapi saat kamu bersama teman juga sahabat dan kamu merasa aman dan nyaman di dalamnya, maka kamu sudah berada di rumah.

Namun belakangan ini, saat rumah lama ku perlahan mulai memudar seiring dengan rumah baru yang mulai dibangun, aku merasa ada yang hilang, ada rasa yang bahkan kata pun tak bisa menggambarkan betapa sendirinya aku di dunia ini di tengah proses perpindahan rumah ini.

Kenapa harus pindah disaat ku sudah mulai merasa semakin nyaman dan aman, aku merasa gila, tak ada seorang pun mendengarkan, tak ada satu pun yang mengerti, bahwa aku butuh rumah yang tidak hanya aman tapi juga nyaman.

Berada diantara rumah baru, aku merasa tenggelam dalam bayangan, yang memacu diri sejauh mungkin diluar batas, aku bahkan semakin terperosok saat berusaha mengejar, mengejar sesuatu yang hanya semakin membuatku tenggelam.

Aku ingin berada di permukaan, bersama kalian dalam satu rumah, aku ingin menjadi pantas bersanding bersama kalian, namun apapun yang kulakukan hanyalah membuatku semakin jauh dari rumah.