Ku buka pintu
Menapakan kaki keluar
Dari dunia yang kusebut
Rumah
Melangkah
Mencari remah roti
Yang semakin sulit dicari
Hari ke hari
Berkelana
Lewati sabana
Juga lautan
Namun hampa kudapat
Tak setetes air
Juga pangan ku temukan
Cibir dan hinaan
Sudah kenyangku
Katanya dunia ini indah
Apakah aku tersesat
Pada dunia yang fana ini
Kenapa tak ada keindahan
Dalam sudut pandangku
Apakah aku berbeda
Entahlah
Aku bahkan tak mengerti
Apa itu berbeda
Kembali ku melangkah
Mencari arti
Dari kehidupan
Yang hanya memberiku
Kesakitan
Panasnya terik matahari
Tak menghalangiku
Dinginnya malam
Tak gemetar ku dibuatnya
Namun berkali kucoba
Setiap kalipun
Aku terjatuh
Dan terjatuh lagi
Terombang ambing
Tanpa tujuan
Entah sudah sampai mana
Kaki ini melangkah
Lelah kurasa
Tak ada lagikah
Sumur didunia ini
Tuk tempatku meneguk
Segarnya air
Apakah padi
Tak lagi merunduk
Hingga lapar ini
Tak bisa lagi
Bertambah lapar
Aku rindu
Pada sejuknya rumah
Ketika matahari
Bersinar terlalu terang
Kangenku
Pada hangatnya rumah
Ketika bulan
Menebarkan dinginnya
Tangisku pecah
Mengingat hangatnya nasi
Juga lauk pauk
Ketika waktu makan tiba
Dirumah
Tak kurang
Dalam hidupku
Air yang melimpah
Seperti sumur tanpa dasar
Maafkan aku
Maaf
Bila aku tak berhasil
Hidup di dunia ini
Maaf
Maafkan aku
Jikalau ku mengecewakan
Dan menyedihkan
Aku kira aku hebat
Aku kira aku tak terkalahkan
Nyatanya dunia ini
Terlalu besar tuk ku taklukan
Bilamana suatu hari nanti
Pintu menuju rumah
Kembali terbuka lebar
Untukku pulang
Izinkan aku
Tinggal bersama kalian
Keluargaku
Tanpa kalian
Aku tak berarti di dunia ini