Jam olah raga berlangsung santai, Pak Dimas sedang memberikan contoh bagaimana melakukan senam lantai yang baik dan benar ketika ku lihat Fina sedang melangkah terburu – buru menuju ruang guru.”Ada apa ya, kenapa Fina terburu – buru seperti itu? Hmm mungkin saja ada tugas yang diberikan oleh gurunya, loh kok aku jadi kepikiran Fina terus sih? Ada apa dengan ku ini” Kata ku dalam hati. “Bagaimana anak – anak? Apa kalian sudah mengerti apa yang tadi bapak jelaskan? Kalau sudah sekarang saatnya kalian maju satu – satu dan memperagakan apa yang Bapak jelaskan tadi, siapa yang mau maju duluan?” Kata Pak Dimas dengan tegasnya, tak ada yang mengangkat tangan, “Sepertinya lebih baik aku duluan” Pikirku. “Saya Pak, saya yang akan maju duluan” Kataku dengan lantang dan percaya diri, kebetulan aku menguasai senam olah raga sehingga aku bisa maju dengan santai. Ku lihat semua teman memperhatikan aku yang tengah memperagakan senam lantai, tapi tak kusangka saat aku telah selesai dan sedang berjalan menuju tempat dimana aku duduk tadi ada sepasang mata yang memperhatikan aku dari jauh, ya, dia adalah Fina. “Aduh malu aku dilihatin Fina tadi, semoga aja dia tak menganggapku aneh” Pikirku sembari berjalan menuju kelas setelah pelajaran olah raga usai.
Untunglah hari ini diumumkan akan pulang cepat dikarenakan rapat guru. Saat tengah berjalan menuju gerbang ternyata disana Fina telah menunggu ku, “Hai Bagus! Kita jadi pulang bareng kan?” Tanyanya, “Jadi kok, bentar ya aku ambil motorku “ Kataku sambil berjalan menuju parkiran motor yang letaknya ada diluar sekolah. “Oke ayo naik” Kataku pada Fina setelah aku mengendarai motor kesayanganku. Lalu sepanjang perjalanan Fina bercerita kalau tadi dia melihatku melakukan senam lantai dan dia minta diajarkan karena masih belum bisa menguasainya, dan dia bercerita juga kalau dia sempat dipanggil ke ruang guru karena masalah tugas yang harus dia kerjakan untuk mengejar ketinggalannya. “Rumah kamu di blok apa?” Tanyaku saat memasuki wilayah perumahan kami, “Di blok A4 no 11, kamu di blok A2 no 1 kan?” Tanyanya, “Iya benar, wah kamu langsung tahu banyak yah tentang aku, padahal baru aja seminggu kamu pindah” Kataku. Sesampainya dirumah Fina aku melihat ada ketua RT sedang berbicara pada Bapaknya Fina, ketika melihatku Pak RT segera berkata “Eh Gus, sebentar lagi kan 17 Agustusan, om ingin kamu jadi ketua panitia perlombaan yah, wakilnya Fina, sekalian biar dia bisa kenal dengan teman – teman yang lain”, “Eh, oke deh om” kataku dengan sedikit terkejut. “Gimana Fin? Kamu bisa kan jadi wakil ketua panitia 17 Agustusan nanti?” Tanyaku pada Fina kemudian, “Ya aku bisa, aku mau, aku senang banget bisa jadi panitia 17-an nanti” Kata Fina dengan penuh semangat. “Oke nanti malam aku kabarin ya rapat dimana, nanti saat rapat aku kenalin sama teman yang lain” Kataku, “Siap!” Kata Fina. Lalu aku pun bergegas pulang sambil memikirkan siapa saja teman yang pantas jadi panitia nanti.
Malam pun tiba dengan cepat, jam 7 tepat semua teman yang kupilih jadi panitia dan tentunya juga Fina sudah berkumpul di saung tempat diadakannya rapat. Acara aku mulai dengan memperkenalkan teman – teman ku dengan Fina. Ada Bara, Dery, Choki, Chiko, Anin, Nanda, Jaya, Ulfa, Dodit, Marsha, Vita, Tasha, Aura, Christian, total anggota ada 16 orang termasuk aku dan Fina. Setelah perkenalan kami memula rapat, membahas tentang lomba apa saja yang akan kami lombakan serta target usia dari perlombaan itu. Akhirnya kami putuskan bahwa perlombaan dibagi menjadi beberapa kategori, untuk kategori yang pertama yaitu untuk umur 3 – 5 tahun, kategori kedua untuk kelas 1 – 3 SD, kategori ketiga untuk kelas 4 – 6 SD, kategori keempat untuk kelas 1 – 3 SMP, kategori kelima dan keenam untuk Bapak dan Ibu, dan beginilah susunan kategori dan perlombaannya.
Kategori ( 3 – 5 thn)
• Fashion show dari bahan bekas
• Masukin bendera
• Masukin bola kedalam gelas
Kategori ( 1 – 3 SD )
• Makan kerupuk tutup mata
• Nyam – nyam muka
• Baskom koin salju
Kategori ( 4 – 6 SD )
• Makan kerupuk tutup mata
• Makan bubur pakai sumpit
• Estafet salju
Kategori ( 7 – 9 SMP)
• kerupuk tutup mata
• Lari 3 kaki
• Sedot susun
Kategori Bapak
• Indonesia pintar
Kategori Ibu
• Memasukkan benang ke dalam jarum
Perlombaan kami putuskan dimulai pada pukul 14.00 sampai pukul 18.00 WIB. Setelah semua selesai aku pun mengakhiri rapat malam ini. Keesokan harinya pada rapat kedua, kami membuat selebaran mengenai perlombaan tersebut, sayangnya tidak ada yang bisa membagikan selebaran tersebut, dan berhubung aku sedang lenggang maka aku putuskan aku sendiri yang akan membagikan selebaran tersebut kepada warga. Saat aku sedang membagikan selebaran tiba – tiba Fina telah berdiri disebelahku, “Sini biar aku bantu” Katanya, “Eh, oh makasih ya” Kataku. Kami pun mulai mengelilingi komplek sembari membagikan selebaran mengenai perlombaan 17 Agustus nanti. Akhirnya selesai juga, waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 ketika aku dan Fina memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum kembali kerumah masing – masing. “Menurut kamu bakalan berhasil gak yah perlombaan nanti? Aku takut gak ada yang datang dan berpartisipasi” Kataku, “Tenang aja, pasti ada yang datang dan ikut berpartisipasi kok” Kata Fina, “yeah aku harap juga begitu, yuk pulang udah malam besok juga kan kita harus sekolah, besok mau bareng aku gak berangkat ke Sekolahnya?” Kataku, “Wah boleh tuh, hehe, makasih ya” Katanya sambil menarik tanganku dan membawa ku ke depan rumahnya, lalu berlalu masuk ke dalam rumah dan membuatku bingung, tapi kemudian aku pun berlalu pulang.
Pagi pun menjemput, aku bergegas menghampiri rumah Fina, kulihat dirinya sudah rapi dan sedang menunggu ku di depan rumahnya, “Hai Gus, yuk berangkat, ntar kesiangan lagi” Katanya dengan ramah, “Ayo” Kataku sambil memacu motorku mengarah ke sekolah.
(masih nunggu ide, sabar yaa buat kelanjutan ceritanya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar