"Hei kawan, siapakah yang selalu menerangi kita disaat kegelapan mulai datang?" Tanya Kursi,
"Bukankah dia itu bernama lampu? Hei lampu bisakah kau mendengarku? "Tanya Meja, namun sang Lampu tak memberikan jawaban apapun. "Ah biarkan sajalah dia, dia itu sombong sekali, berkali - kali aku coba menyapanya tapi dia tak pernah membalas sapaan ku" Kata Lemari, "Tak baik kalian membicarakan dia seperti itu, mungkin dia punya alasan kenapa tak bisa menjawab kita" Kata Figura.
Pembicaraan mengenai lampu pun berhenti. Kursi, Meja, Lemari dan Figura memikirkan alasan kenapa lampu tak mau menyapa atau menjawab sapaan mereka. Gelap pun datang, Kursi, Meja, Lemari serta Figura pun mulai terlelap dalam tidurnya, namun disaat semua sudah tertidur ternyata Lampu sedang berusaha untuk membuka matanya. "Ah gelap sekali disini, sebaiknya ku berikan cahaya ku tuk terangi tempat ini" Kata Lampu, dan perlahan tempat itu seluruhnya telah diterangi cahaya. "Hei halo kalian semua, tampaknya kalian sehat selalu yah, andai saja kalian dapat membalas sapaan ku aku akan senang sekali, padahal yang ku butuhkan hanyalah sebuah teman tapi mengapa tak ada yang mau menemani ku dalam kegelapan ini?" Kata Lampu lagi. Namun sebenarnya Lampu tak pernah sendiri dalam Gelap, ada Jam yang senantiasa menemaninya walaupun Jam selalu saja sibuk dengan urusannya hingga tak mampu memperhatikan hal - hal disekitarnya. Lampu pun kembali menutup mata karena tak lama kemudian Terang mulai terlihat, Kursi, Meja, Lemari dan Figura mulai membuka mata dan saling menyapa juga bercakap - cakap tanpa menyadari bahwa dalam Gelap sang Lampu menyapa mereka. Sementara Jam tak mempedulikannya karena lagi - lagi terlalu sibuk dalam kerjaannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar